Pages

Subscribe:

Senin, 03 Oktober 2011

(^_^){{{ ajalmu tiba - tiba ajalmu}}}(^_^)

 (^_^){{{ ajalmu tiba - tiba ajalmu}}}(^_^)



Seorang yang sedang menjelajah di pedalaman Amazon tiba-tiba saja sudah dikepung sekelompok primitif yang haus darah.

  

“Oo… Tuhan matilah aku…”, gumamnya.

  

Tiba-tiba dari langit diatasnya ada kilatan cahaya, dan terdengar suara menggema:

“Tidak anakku…, ajalmu belum tiba. Ambillah batu di dekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri didepanmu itu “.

Si penjelajah itupun mengambil batu dan menyerang pemimpin gerombol itu, dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin sekuat tenaga… dan si pemimpin itu

mati seketika. Dia berdiri di atas mayat si pemimpin.

  

Seketika 100 orang primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah karena melihat pemimpinnya terbunuh.

  

Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara

menggema:

“Sekarang… baru ajalmu tiba anakku…”


"salah paham"

 "salah paham"



Ada sepasang pengantin baru berada di kamar pengantin, di malam pertama. Pada tengah malam pertama itu, tiba-tiba isterinya mengerang, “Adui.. Sakitnya bang… ! Macam mana nkisah malam pertamai bang..?” Suaminya lantas menenangkan isterinya, “Jangan nangis Sayang.. Nanti emak ayah dengar.. Mereka mungkin belum tidur lagi tu..” Kebetulan bilik mertua hanya bersebelahan kamar tidur pengantin. Isterinya teresak-esak mengerang “… Sakitnya Bang”

Tapi kerana tidak dapat menahan sakit, isterinya tambah kuat mengerang. Mahu tidak mahu, si suami pun berkata, kali ini kuat sedikit suaranya: “Sabar Sayang! Tahan saja.. Esok baru cabut.”

Sejak dari tadi si mertua lelaki masih belum tidur. Dia memang terdengar anak perempuannya mengerang, tadi dia tidak peduli, biasalah malam pengantin, fikirnya. Tapi kali ini dia sudah hilang sabar. Dia bangun, pergi ke bilik sebelah lantas menendang pintu kamar pengantin.

Dengan rasa geram si ayah mertua berteriak: “Ni apa kena ni? Tak faham ke? Anak aku boleh mati kalau besok baru kau nak cabut! CABUT SEKARANG JUGA!” …

Terkejut besarlah kedua pengantin tu. Sambil tersipu-sipu pengantin perempuan pun berkata kepada ayahnya: “Abah, takkan sakit gigi pun boleh mati.. Lagipun manalah ada Klinik Gigi yang buka 24 jam?”
  


psk vs bedjo

PSK VS BEDJO





Si Bedjo suka sekali jogging setiap pagi..
dan setiap lewat sebuah jalan dia selalu bertemu dgn seorang cewek penjaja seks cantik & sexy yg berdiri di sana...
Dan tiap kali pula si cewek berteriak kepadanya
“Lima ratus ribu, mau??”
yg selalu dijawab sambil bercanda oleh si Bedjo..,
“Nggak ahh.., goceng ajaaa..!!”
Hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka setiap kali berpapasan.. .

“Lima ratus ribu”!”.
“Nggak, goceeeeeng!”

Suatu hari istri si Bedjo ngotot mau ikut jogging...
Biarpun Bedjo berusaha dgn segala cara mencegahnya..
Tetap saja sang bini yang badannya pendek, gendut, mana hitam, ngotot mau ikutan...
Bedjo mengalah sambil hatinya was-was,
bakal ada perang dgn istrinya,
kalau si cewek PSK itu berteriak padanya ...

Aduhhhh....... 

Dia tahu bininya tidak akan percaya bahwa itu cuma candaan...
Benar ajaa..,
ketika Bedjo dan istrinya itu jogging berdampingan mendekati jalan itu.., sang PSK sudah berdiri di sana...
Si Bedjo mencoba menghindar tatapan mata si cewek..
dan terus berlari melewatinya. ..
Bedjo udah merasa hatinya tenang .., tidak ada insiden..

Tiba tiba dari belakang dia mendengar sang PSK berteriakkk. ..:

“Luuuu lihat sendiri kaaan ... Goceeenggg dapatttnya kayak apaaaaann..

~{{((dasar belagu))}}~


~{{((dasar belagu))}}~
 

Suatu hari Andi yang baru berumur lima tahun kepergok sedang memainkan telepon oleh ibunya,
ketika dia tau buru-buru gagang telepon itu disimpannya.
“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya ibunya kemudian.

“Telepon tante Sarah”

“Bagaimana kamu bisa menelepon dia? Nomornya aja kamu belum tahu, kan?”

“Aku tahu dan aku tadi menelepon dia,” jawab Andi cepat.

Ibunya memberi penjelasan dan meyakinkan Andi bahwa dia tidak tahu nomor telepon tante Sarah tapi Andi tetep aja keukeuh bahwa tadi dia meneleponnya.
“Baik,” kata ibunya,”Lalu apa yang dia katakan waktu tadi kamu meneleponnya?”

“Dia bilang ’salah sambung….’”